Tante ngewe bocil
Di sebuah sore yang panas seorang bibi muda sedang bersantai di halaman belakang rumahnya.
Tiba-tiba muncul seorang bocil yang ingin tahu dan mendekatinya.
Tante itu terkejut namun mengulas senyum nakal. Keduanya mulai bermain-main dan mengakak bersama.
Jari tante mulai mengelus kepala bocil dengan lembut. Bocil itu merasakan nyaman dan menikmati sentuhannya.
Tante itu juga mengajak anak kecil itu masuk ke dalam rumah. Suasana di dalam lebih dingin dan tenang.
Mereka duduk berdampingan di bangku ruang istimewa. Pandangan mereka bertemu dan tercipta kesunyian sebentar.
Mendadak bibi itu mulai menceritakan kisah dongeng pengantar tidur. Suaranya halus dan mendamaikan.
Anak kecil itu tertidur pulau di pangkuan bibi. Wajahnya terlihat tenteram dan polos.
Tante itu menatap bocil itu dengan sarah kasih sayang. Dia merasakan bahagia memilikinya.
Malam pun tiba, bibi itu menggendong anak kecil ke biliknya. Dia membaringkannya di tempat lelap bersama perlahan-lahan.
Bibi itu memandang paras bocil yang tertidur. Senyum halus terpahat di mulutnya.
Ia kemudian menarik kain sampai melindungi dada bocil itu. Suasana malam agak sejuk.
Bibi itu juga rebah di sampingnya seraya mendekap rapat. Kemesraan menyelimuti keduanya.
Hati bibi penuh dengan kasih dan kegembiraan. Ia merasakan beruntung mempunyai bocil itu.
Keesokan harinya mereka terjaga dengan senyum di wajah. Hari yang baru dimulakan.
Bibi itu menyiapkan sarapan nikmat untuk bocil. Aroma masakan memikat.
Mereka menyantap berbarengan di meja santap. Udara penuh keakraban.
Setelah sarapan, mereka melancong ke taman untuk bersenang-senang. Iklim amat cerah.
Tante dan anak kecil berkejar-kejaran dan tertawa gembira. Suara gelak mereka memenuhi udara.
Mendadak anak kecil itu jatuh dan meraung-raung tersedu-sedu. Tante itu lekas mendekatinya.
Bibi itu mendekap anak kecil dan mendiamkannya. Ia mencumbu dahi dengan sarah kasih.
Sesudah merasakan lebih bagus, mereka pulang bermain dengan gembira. Seringai pulang mereka pahat.
Matahari memulai terbenam, keduanya kembali ke rumah dengan sanubari penuh kegembiraan. Pagi yang indah telah berlalu.
Bibi dan bocil itu meluangkan sisa petang dengan berciuman rapat. Hubungan mereka kian kuat. 